
Tahun Baru Masehi merupakan momen yang selalu dirayakan oleh banyak masyarakat di berbagai belahan dunia. Pergantian tahun sering diisi dengan berbagai kegiatan, seperti perayaan, refleksi diri dan harapan akan masa depan yang lebih baik. Namun kadang-kadang banyak juga orang yang merayakan pergantian tahun tersebut dengan cara yang salah. Sejak sore sudah berkonvoi di jalanan, membawa dan meniup terompet yang menimbulkan kebisingan, ditambah lagi dengan dentuman mercon. Pada saat yang bersamaan, banyak juga yang mabuk-mabukkan, free seks dan hura-hura hingga subuh.
Tahun baru sejatinya merupakan alarm atau pengingat yang perlu kita jadikan bahan renungan, bahwa umur dunia yang kita huni ini semakin tua dan kita sendiri juga semakin bertambah usia. Hal ini bermakna bahwa dunia kita sudah semakin dekat dengan batas akhir, sudah kian dekat dengan saat kehancuran atau kiamat. Di sisi lain, kita sendiri juga terus mendekat pada titik akhir kehidupan, yaitu ajal. Oleh karena itu tidak baik jika justru kita isi dengan hal-hal yang tidak bermanfaat atau malah bermaksiat.
Penulis : Waka Humas ( Hendri Sirajobulu )
|
195x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...