
Betung ( MTsN 5 Muaro Jambi )
Beliau tak memoles hidupnya dengan fasilitas. Kantornya sederhana, kadang hanya berteman lampu redup di malam hari. Gajinya banyak dihabiskan untuk membantu mahasiswa, ulama, atau kawan seperjuangan yang kesulitan
Di rumahnya, kursi-kursi masih terbuat dari kayu biasa, dan lantai tak selalu beralas karpet tebal. Tamu-tamu yang datang disuguhi teh hangat atau kopi pahit, bukan hidangan berlapis perak.
Bahkan suatu ketika ban mobilnya kempes dan harus diisi dengan rerumputan kering.
Ia tidak merasa berkewajiban untuk menunjukkan kemegahan karena percaya, kemuliaan pejabat ada pada pengabdian, bukan perabotan.
Kesederhanaannya bukan tanpa ujian. Dalam rapat-rapat kabinet, ia sering berbeda pandangan, terutama saat membela prinsip agama yang ia yakini harus hidup selaras dengan dasar negara.
Namun ia tak pernah berteriak untuk didengar; kata-katanya tajam tetapi tetap teduh, seperti embun jatuh di ujung daun, menetes tanpa melukai.
Penulis : Waka Humas ( Hendri Sirajobulu )
|
113x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...