
Betung ( MTsN 5 Muaro Jambi )
Tamu adalah raja. Itulah ungkapan yang sering kita 'aning' di tengah masyarakat. Makna filosofi dari ungkapan tersebut adalah bahwa tamu wajib kita hormati dan sambut serta layani dengan sebaik mungkin, tidak boleh kita 'talak'kan saja.
Salah satu diantara bentuk penghormatan kepada tamu yaitu penyambutan dengan seloka adat. Tradisi ini umum kita di jumpai dalam masyarakat Indonesia, termasuk suku Melayu Jambi. Setiap tamu yang datang, khusunya orang penting atau orang yang di muliakan, selalu di sambut dengan seloko adat di halaman.
MTsN 5 Muaro Jambi, sebagai madrasah yang ber'gena' di lingkungan Suku Melayu Jambi, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, juga menerapkan hal yang sama. Rabu, 29 Oktober, rombongan Tim Penilai Lomba Mengajar Tingkat Kabupaten Muaro Jambi, disambut dengan saloko adat setelah prosesi Tari Selamat Datang.
" Kami senantiasa menyambut tamu yang datang dengan Tari dan Saloko Adat. Ini merupakan salah satu bentuk implementasi kearifan lokal sekaligus nilai-nilai Islam. Man kaa nayu'minubillaahi wal yaumil aakhiri falyukirim dhoifahu, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah memuliakan tamu", demikian ungkap Hendri Sirajobulu, salah satu guru MTsN 5 Muaro Jambi yang juga merupakan penggiat Adat Melayu Jambi.
Bahasa Kumpeh :
1. Talak : Biar
2. Aning : Dengar
3. Gena : Tempat
Penulis : Waka Humas ( Hendri Sirajobulu )
|
448x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...