
Betung ( MTsN 5 Muaro Jambi )
Dari pertemuan tersebut melahirkan Resolusi Jihad yang berisikan keputusan penting, yakni hukum melawan penjajah NICA adalah fardlu ain (kewajiban individu) dan mati dalam perlawanan adalah syahid. Maka sejak itulah kiai dan kaum santri mulai 'meneru' melawan penjajah. Puncaknya adalah pada 10 November di Surabaya yang kelak di kenal dengan Hari Pahlawan.
Adapun Resolusi Jihad tanggal 22 Oktober kemudian di tetapkan menjadi Hari Santri. Resolusi menjadi bagian tak terpisahkan dari meletusnya perang besar 10 November.
Ratusan santri di Pulau Jawa dan Madura bertemu dan bertempur "nyarokol' di Surabaya. Mulai dari Cirebon pimpinan Kiai Abas Buntet sampai para santri Kediri pimpinan Kiai Mahrus Ali Lirboyo. Pasukan sekutu yang di lengakapi dengan senjata lengkap dan modern harus menghadapi semangat tempur dan jihad yang luar biasa.
Bahasa Kumpeh :
1. Maneru : Ramai
2. Nyarokol : All Out
Penulis : Waka Humas ( Hendri Sirajobulu)
|
50x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...