
Betung, 17 Juli 2025
Penulis : Waka Humas ( Hendri Sirajobulu )
Perubahan kurikulum merupakan sebuah keniscayaan dalam sebuah proses pendidikan. Perubahan zaman yang hari ini terjadi begitu cepat mau tidak mau menuntut lembaga pendidikan untuk menyesuaikan kurikulum pendidikan. Hari ini, sebagaimana kita ketahui bahwa sedang booming istilah kurikulum cinta yang digagas oleh Menteri Agama Republik Indonesia. Hal ini perlu untuk dipahami dan di bedah bersama agar dalam penerapannya tidak 'basing kadak'.
MTs N 5 Muaro Jambi, salah satu Madrasah 'gerot' di Kecamatan Kumpeh, turut care dengan persoalan tersebut. Hal ini terlihat dalam kegiatan Bedah Juknis Kurikulum Cinta yang dilaksanakan secara mandiri dari tanggal 16-17 Juni. Selama 2 hari, tenaga pendidik MTs N 5 Muaro Jambi bersama-sama membedah segala sesuatu terkait dengan kurikulum baru tersebut. Bertindak selaku pemateri adalah Kepala Madrasah, Yusran.S.Pd dan Atinasari, S.Pd, salah satu guru yang baru mengikuti pelatihan di BDK Padang.
Kepala MTs N 5 Muaro Jambi, Yusran, S.Pd, dalam arahannya menekankan bahwa kegiatan bedah kurikulum ini harus menjadi agenda tahunan sebelum memulai kegiatan pembelajaran. " Kegiatan bedah kurikulum ini sekaligus menjadi momen evaluasi pencapaian tahun sebelumnya. Ini merupakan agenda 'saban' tahun di lembaga pendidikan. Apalagi sekarang kita dihadapkan dengan kurikulum baru yakni kurikulum cinta. InsyaAllah MTs 5 selalu terbuka dengan segala perubahan positif menuju madrasah unggul dan bermartabat" Demikian tutup beliau.
Bahasa Kumpeh :
1. Basing kadak : Sembarangan
2. Saban : Setiap
|
551x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...