
Betung ( MTsN 5 Muaro Jambi )
Berikutnya beliau juga menyampaikan bahwa bersama musibah itu ada pesan dari Allah SWT untuk kita renungkan. Pesan atau hikmah yang tentunya bisa menjadi pelajaran agar kedepan bisa lebih baik lagi.
" Robbana maa kholaqta haadza baathilaa..." Demikian penjelasan awal beliau.
" Paling tidak ada 3 pelajaran yang mesti kita ambil dari peristiwa ini. Pertama bahwa musibah ini adalah tanda kuasa dan kebesaran Allah SWT. Tidak ada satupun makhluk yang 'telap' menghalang apalagi menghadang ketika Allah sudah berkehendak menurunkan musibah. Sehebat dan sekuat apapun manusia tidak berdaya dalam menghadapi kuasa Allah. Air adalah satu dari tentara Allah yang dahsyat. Air bisa meratakan segala apa yang dilaluinya. Berikutnya ada angin yang tak kalah dahsyat, mampu menerbangkan memporak porandakan segalanya", tambah beliau.
"Terakhir ada api yang paling mengerikan. Semua yang ditemuinya akan hancur lebur hangus tidak bersisa. Sungguh manusia dan makhluk apapun tidak kuasa menghadapi kebesaran Allah. Allah lah yang maha besar maha kuasa, kita lemah tak berdaya. Maka mari buang segala kesombongan dalam diri kita. Salah satu bentuk kesombongan yang jarang kita sadari adalah keengganan kita untuk ibadah, 'segan' nak sholat, mengaji dan ibadah lainnya. Mari perbaiki ibadah kita", demikian imbuh guru asli Kumpeh tersebut.
Bahasa Kumpeh :
1. Telap : Sanggup
2. Segan : Malas
Penulis : Waka Humas ( Hendri Sirajobulu )
|
116x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...