
Betung ( MTsN 5 Muaro Jambi )
Cabang Tafsir al-Quran pada Musabaqoh Tilawatil Quran Tahun 2025 memasuki hari kedua. Hari ini giliran para mufassir/mufassiroh utusan 11 Kabupaten/Kota yang akan "eneng" gigi. Kelancaran hafalan 30 juz dan skill Bahasa Arab plus wawasan al-Quran yang mendalam menjadi syarat yang wajib dimiliki oleh para peserta jika ingin 'tacacak' di babak final. Jika kurang 1 saja, alamat 'narungkup aup' dibabak penyisihan.
Wakil Negeri Sailun Salimbai Kabupaten Muaro Jambi, sang tuan rumah cukup 'gerot' pada cabang ini. Surya Baidhowi mewakili putra, adalah santri Ponpes Jauharul Falah Al-Islamy, Sungai Terap. Adapun utusan putri adalah Dwi Hikmah, alumni Ponpes yang sama dan saat ini tercatat sebagai mahasiswi baru di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Meski masih muda, tapi keduanya telah menyelesaikan hafalan 30 juz dan menguasai Bahasa Arab dengan baik.
"Mohon doa kito gagalo semoga peserta kito biso menembus babak final dan sukses merebut juara 1, Amin" Demikian ungkap Hendri Sirajobulu, Guru MTsN 5 yang menjadi pelatih cabang ini.
Bahasa Kumpeh :
1. Eneng : Unjuk
2. Gerot : Kuat, Hebat
3. Tacacak : Berdiri
4. Narungkup aup : Terguling
Penulis : Waka Humas ( Hendri Sirajobulu )
|
225x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...