
Betung ( MTsN 5 Muaro Jambi )
Dengan berbekal 'boloh' runcing dan benda 'tojom' lainnya, para santri memenuhi Kota Surabaya untuk membela bangsa dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Selain dibantu para santri dan kiai, tentara Indonesia yang dipimpin Bung Tomo juga dengan gigih bertempur sampai titik darah penghabisan.
Bung Tomo memiliki andil besar dalam mengobarkan semangat arek-arek Suroboyo, memompa jiwa nasionalisme lewat pidato-pidatonya yang menggugah dan memompa semangat.
Sebelum membacakan pidato yang melegenda itu, Bung Tomo terlebih dahulu sowan kepada Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari, Rais Akbar Nahdlatul Ulama pada saat itu. Bung Tomo izin untuk membacakan pidatonya yang merupakan manifestasi dari resolusi jihad yang sebelumnya telah disepakati oleh para ulama NU.
Para kiai dan santri merupakan pahlawan bagi bangsa ini. Mereka merupakan pondasi dasar dari terwujudnya kemerdekaan bangsa Indonesia. Dengan semangat cinta tanah air, kiai dan santri tetap membangun peradaban dan mengisi kemerdekaan Indonesia.
Bahasa Kumpeh :
1. Boloh : Bambu
2. Tojom : Tajam
Penulis : Waka Humas ( Hendri Sirajobulu )
|
181x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...