
Betung ( MTsN 5 Muaro Jambi )
Sekutu mengeluarkan ultimatum kepada bangsa Indonesia supaya menyerahkan seluruh senjata kepada Sekutu. Ultimatum ini tak pernah dihiraukan hingga pada tanggal 1 Desember 1945, Sekutu memasang banyak papan yang tertuliskan “Fixed Boundaries Medan Area” (batas resmi wilayah Medan) di berbagai pinggiran kota Medan. Tindakan Sekutu itu dianggap sebagai tantangan bagi para pemuda.
Pada tanggal 10 Desember 1945, Sekutu bersama dengan NICA melancarkan serangan besar-besaran di Kota Medan. Serangan ini menyebabkan banyak kerusakan serta banyak korban dari kedua belah pihak. Pada bulan April 1946, Sekutu bersama NICA berhasil menguasai Kota Medan. Untuk sementara waktu, pusat perjuangan rakyat Medan berpindah ke daerah Siantar,disamping itu perlawanan para laskar pemuda dipindahkan ke luar Kota Medan. Perlawanan terhadap sekutu menjadi semakin sengit terutama pada saat tanggal 10 Agustus 1946 di Kota Tebing Tinggi.
Lalu, diadakanlah pertemuan antara para Komandan pasukan yang berjuang di Medan Area serta memutuskan untuk dibentuk nya satu komando yang bernama Komando Resimen Laskar Rakyat guna untuk memperkuat perlawanan kepada Sekutu dan NICA di Kota Medan. Usai pertemuan para komando tersebut, pada tanggal 19 Agustus 1946 di Kabanjahe telah terdapat Barisan Pemuda Indonesia (BPI) yang berganti nama menjadi Komando Resimen Laskar Rakyat cabang Tanah Karo.
Bersambung
Penulis : Waka Humas ( Hendri Sirajobulu )
|
62x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...