
Betung ( MTsN 5 Muaro Jambi )
Dalam perjalanan hidupnya, Syamsuddin Uban berperan besar dalam menyebarkan ilmu agama dan membimbing masyarakat, di tengah kondisi bangsa yang masih berjuang meraih dan mempertahankan kemerdekaan. Nilai perjuangan dan pengabdiannya terus dikenang, terutama oleh mereka yang pernah merasakan langsung didikan dan keteladanan beliau.
8. Makalam
Beliau Lahir pada tahun 1889 di
Sekeladi, Batang Asai, Keresidenan Jambi
Nama Makalam, sebenarnya adalah Muhammad kalam. Berasal dari kebiasaan masyarakat di desanya, Sekeladi, dari Muhammad disingkat jadi Ma’. Setelah ia menjadi asisten demang, oleh Pemerintah Hindia Belanda diminta untuk membuang tanda pada namanya. Ibu Makalam bernama Siti Jamilah, sedangkan nama ayahnya tidak diketahui berasal dari pondok tinggi Kerinci.
Makalam memiliki seorang Nektan (kakek, singkatan dari nenek jantan berasal dari bahasa Melayu Jambi Dialek Sarolangun Hulu/Mudik) bernama M. Khatab yang merupakan adik Raja Muko-Muko, Bengkulu serta Nek Puyang.
Pada usia 13-15 tahun, Makalam pernah dibawa untuk berperang melawan Belanda oleh saudaranya yaitu Panglimo Batupang dan Bimbing Alam yang merupakan seorang pejuang untuk berperang melawan Belanda pada tahun 1901. Makalam yang pada saat itu masih kecil dilempar ke semak belukar agar tidak terlihat tentara Belanda. Pengalaman ini memupuk dalam dirinya disiplin, keteguhan, dan pola pikir yang luas.
Meskipun tidak mendapat pendidikan formal, Makalam belajar huruf Arab gundul di surau dan masjid setempat. Meski demikian, kekurangan pendidikan formal tidak menyurutkan pandangan maju dan pemikiran luasnya tentang masa depan.
Penulis : Waka Humas ( Hendri Sirajobulu )
|
123x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...