
Mengetahui pentingnya peran Depati Parbo akhirnya Belanda mengajak Depati Parbo untuk berunding pada tahun 1903. Namun ternyata itu hanyalah siasat Belanda untuk menangkap Depati Parbo. Kemudian Ia diasingkan ke Ternate selama 25 tahun dan dipulangkan pada tahun 1927. 2 tahun kemudian, tepatnya pada 1929 ia menghembuskan nafas terakhirnya di kampung halamannya di Dusun Lolo.
4. Ratumas Sina
Ratumas Sina adalah salah seorang pejuang wanita aaal jambi. Lahir pada tahun
1887 di Kampung Pudak, Kesultanan Jambi. Ayahnya bernama Datuk Raden Nonot dan ibunya bernama Ratumas Milis.
Suami Ratumas Sina adalah seorang pimpinan pasukan perang di bawah komando panglima perang Pangeran Haji Umar. Panglima perang Haji Umar ini bergerilya dan memukul Belanda di wilayah Merangin, Sarolangun, Bungo, Tebo, dan Kerinci. Panglima perang yang paling ditakuti Belanda ini adalah paman dari Ratumas Sina. Setelah menikah, Ratumas Sina juga mengangkat senjata bersama pasukan Haji Umar dan suaminya. Pasukan ini begitu mematikan, tidak hanya menerapkan strategi gerilya, tetapi juga menyerbu musuh pada malam hari.
|
131x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...