
Betung, 29 Oktober 2025 (by Yusran Zainal)
MTsNegeri 5 Muaro Jambi terus menguatkan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang telah dicanangkan secara nasional oleh Kementerian Agama RI. Kurikulum ini menjadi napas baru dalam dunia pendidikan madrasah, menegaskan bahwa cinta adalah pondasi utama dalam mendidik anak-anak bangsa.
Konsep KBC sejatinya mencerminkan metode pendidikan Nabi Muhammad SAW. Rasulullah mendidik umatnya bukan dengan kekerasan, tetapi dengan cinta, kelembutan, dan keteladanan. Setiap ucapan beliau mengandung kasih sayang, setiap tindakan menjadi contoh, dan setiap teguran disampaikan dengan penuh hikmah.
Implementasi KBC di MTsN 5 Muaro Jambi berporos pada lima tema besar cinta, yang seluruhnya berakar dari nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah.
1. Cinta kepada Allah dan Rasul
Allah berfirman:“Katakanlah (Muhammad), jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” (QS. Ali Imran: 31) Nabi Muhammad SAW bersabda:“Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian sampai aku lebih ia cintai daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Cinta kepada diri sendiri dan sesama
Rasulullah SAW bersabda: “Tidak sempurna iman seseorang hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Nilai ini menanamkan rasa empati, tanggung jawab, dan saling menghargai di antara siswa dan guru.
3. Cinta ilmu
Allah meninggikan derajat orang yang berilmu: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11) Rasulullah SAW juga bersabda: “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
4. Cinta lingkungan
Islam menegaskan pentingnya menjaga alam. Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah seorang Muslim menanam pohon atau menabur benih, lalu dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, melainkan itu menjadi sedekah baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Inilah dasar bagi gerakan madrasah hijau yang digalakkan MTsN 5 Muaro Jambi.
5. Cinta tanah air
Rasulullah SAW pernah meneteskan air mata saat meninggalkan kota Makkah, seraya berkata: “Demi Allah, engkau adalah negeri Allah yang paling aku cintai. Sekiranya kaummu tidak mengusirku, niscaya aku tidak akan meninggalkanmu.” (HR. Tirmidzi) Dari sinilah lahir nilai nasionalisme dan semangat kebangsaan yang berakar pada cinta tanah air.
Melalui lima cinta ini, guru-guru MTsN 5 Muaro Jambi berupaya menghadirkan suasana belajar yang menumbuhkan rasa aman, nyaman, dan bahagia bagi peserta didik. Anak tidak lagi sekadar diajar, tetapi juga disayangi. Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga teladan dan sahabat dalam perjalanan tumbuh kembang siswa.
Kepala MTsN 5 Muaro Jambi, Yusran Zainal, menegaskan bahwa pendidikan berbasis cinta bukan sekadar konsep, melainkan gerakan perubahan menuju madrasah yang lebih manusiawi.
“Nabi Muhammad SAW mengajarkan bahwa cinta adalah energi terbesar dalam mendidik. Dengan cinta, anak-anak akan tumbuh berakhlak mulia, terampil, dan berprestasi,” ujarnya.
Melalui semangat KBC ala Nabi Muhammad SAW, madrasah berkomitmen melahirkan generasi berakhlak, berempati, dan berprestasi — sejalan dengan visi madrasah: Berakhlak Mulia, Terampil, dan Berprestasi.
Madrasah Hebat Bermutu Mendunia – Catatan Kepala Madrasah
#KBC #KurikulumBerbasisCinta #MadrasahHebatBermutuMendunia #MTsN5MuaroJambi #CatatanKepalaMadrasah #CintaAllahRasul #CintaIlmu #CintaLingkungan #CintaTanahAir
|
375x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...